Janganlah Putus Asa, Teruslah Berdoa!


Kita mungkin sering berdoa, memohon, dan meminta kepada Allah sesuatu yang kita inginkan. Kita pengen harta melimpah misalnya, lalu kita berdoa. Kita pengen jodoh, kita berdoa. Atau kita pengen lulus ujian di kampus Negeri, kita berdoa. Namun, apa yang kita doakan ternyata tak terwujud. Doa yang kita panjatkan tak kunjung terkabul.

Lantas dengan demikian kemudian kita berfikir: “sebenarnya Allah itu Mahamendengar, Mahatahu, Mahamelihat nggak si?”.

Pada gilirannya, Kita berkesimpulan bahwa Allah tak mendengar, mengetahui, atau melihat setiap keadaan dan senandung doa yang hamba panjatkan kepada-Nya. Kita, karena hal itu, menjadi putus asa. Bahkan dalam keadaan yang ekstrim, kita terbawa kepada agnostisisme, tak percaya kepada Tuhan.

Pemikiran yang seperti ini seharusnya tidak terjadi pada diri seorang Muslim. Oleh karena itu, Ibnu ‘Atha’illah memberikan aforisme yang menarik dan patut diketahui oleh orang-orang yang beriman. Yang diajarkan oleh pengarang kitab al-Hikam ini adalah sikap husnudzan, berfikiran positif, “positive thinking”, kepada Allah. Ia mengatakan:

“Janganlah terlambatnya terkabulnya sebuah doa, sementara engkau sudah berdoa begitu lama, menjadikanmu putus asa. Sebab, Allah pasti mengabulkan doamu dengan cara yang Dia pilih, bukan dengan cara yang engkau pilih. Dia akan mengabulkan permintaan itu pada waktu yang Dia kehendaki, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki”.

Maka jika doa kita tak kunjung terkabul, kita bisa katakan pada diri kita: mungkin doa yang ku panjatkan nggak baik untukku. Dan Allah memalingkan doaku ke sesuatu yang lebih baik. Atau mungkin, untuk waktu sekarang, doaku belum pas jika Allah kabulkan. Jika dikabulkan sekarang, hanya akan mendatangkan kemadharatan untukku.

Oleh karena itu, jangan sekali-kali berfikiran negatif kepada Allah. Janganlah kita, meminjam perkataan Gus Ulil dalam bukunya: Menjadi Manusia Rohani, mengeluh dan putus asa ketika “kehendak kecil” tak sejalan dengan “kehendak besar” Tuhan.

Tak ada keraguan bahwa Allah itu Mahamendengar, Mahatahu, dan Mahamelihat. Apapun yang kita panjatkan, doakan, dan haturkan kepada-Nya pasti Dia dengar. Namun Allah tahu, mana yang baik dan mana yang buruk untuk kita.

Dan sungguh kawan, ketahuilah rencana Tuhan itu pasti indah.

Komentar